Hari ini genap 27 tahun umurmu.. Usia yang sudah sangat matang dan dewasa.. Usia yang membuatmu sudah bertanggung jawab akan hidupmu sendiri dan juga keluarga.. Usia yang membuatmu menjadi kebanggaan dan penerus nama orang tua kita..
Aku yakin tidak akan ada perayaan… Tidak akan ada acara tiup lilin, potong kue bahkan makan bersama karena semua itu bukan kebiasaanmu.. Engkau sangat menyukai kesederhanaan dan jauh dari keramaian kawan maupun keluarga..
Seperti halnya ulang tahunmu yang sudah-sudah, pasti kau akan lupa. Akan tersenyum tipis atau malah tetap dengan wajah dingin menyambut tiap ucapan selamat. Bagimu ulang tahun dan hari biasa adalah sama saja..
Permintaan di hari istimewamu biasanya hanya ayam goreng masakan mama, yang biasa kau panggil “boru Hutabarat”…
Aku membayangkan wajahmu, mencoba melukiskan postur dan sosok dirimu di usia yang kian matang ini.. Tetapi yang hadir hanyalah bayanganmu 11 tahun yang lalu… Wajah itu tidak pernah bisa kulupakan dan selalu menjadi pemberi ketenangan saat jiwaku bergejolak dan rapuh…
Yahhhhh, saat ini kau (mungkin) merayakan ulang tahunmu di surga. Bersama para malaikat dan orang-orang yang sudah mendahuluiku.. Sedangkan kami di sini hanya bisa memperingati hari kelahiranmu.. (Tetap dengan senyuman seperti pintamu di saat-saat terakhir kita bersama di dunia ini)…
Aku hanya bisa mengirimkan doa dan berharap mama, bapak dan Asido mengantarkan bunga ke rumah abadimu.. Tapi aku yakin di atas sana kau pasti tersenyum melihat kami mengenangmu dengan senyuman… Meski raga kita telah terpisah selama 11 tahun dan buat selamanya tapi cinta dan kerinduan kami selalu abadi untukmu…
Selamat ulang tahun adekku… Cinta kami akan selalu ada dalam tiap doa yang terucap untukmu… Semoga Brata senang menerima kado kakak… Kado yang sama di tiap peringatan hari lahirmu…
Kakak merindukanmu…..
Brata Mangapul Simanjuntak, 27 November 1984 – 04 Juni 2000
**Bekasi, Minggu pagi 27 November 2011**